15 November 2010

Entah Apa Judulnya. Lupa!!

Toloonngg!! Sesuatu terjadi pada otakku! membuatku tak bisa fokus, menjadikanku seorang pelupa stadium 4. Sesuatu itu mematikan. Ia membuatku lupa kalau aku sedang di jalanan, beberapa kali hampir menabrak mobil yang parkir ditepi jalan. Ia membuatku lupa kalau aku telah menyolokkan kabel setrika  lalu dengan nyamannya tidur siang. Ia membuatku lupa jadwal mengajarku dan dengan lugunya datang dan ditertawakan. Ia membuatku lupa wajah teman kos lamaku padahal aku baru beberapa bulan saja meninggalkannya. Ia membuatku lupa kalau cutton bud itu digunakan ditelinga, bukan dihidung!! Ini berbahaya! Aku menderita penyakit lupa yang akut!

Adikku bahkan bilang, "Mending kau yoga kak. Biar jernih fikiran kau tu." Kataku, "Aku belum perlu yoga. Aku belum sampai lupa mukamu."
Dek, sebetulnya aku tak perlu yoga. Yang kuperlukan sekarang adalah pensieve-nya Prof. Dumbledore, agar bisa kupindahkan muatan-muatan tak berguna dari otakku. Full. Otakku full. Penuh dengan artikel-artikel tentang psikologi sosial, penuh dengan pdf-pdf entah apa. Saat terjaga yang kuingat pdf, saat tidur yang kuimpikan pdf. Ia menghantuiku, memenuhi memori otakku, sampai sistemnya lemot, bahkan kadang tak berfungsi.

Aku perlu memindahkan isi-isi otak yang sering memaksa keluar tak tahu tempat tak perduli waktu. Membuatku linglung, lupa dengan apa yang sedang kukerjakan. Aku perlu mentransfer file-file yang membuat otakku kepenuhan. Agar lancar sistemnya beroperasi, tak lagi tersendat-sendat. Jernih, terang, plong!

Ahh. Aku harus membaca Al Qur'an lebih sering, membuka-buka album lama, membaca-baca catatan tua, menyibak lagi lembaran-lembaran kusam beberapa tahun yang lalu, menuliskan ribuan kata dan menyapa teman-teman lama. Yaa. Itulah yang harus kulakukan agar tak lagi lupa dan lupa.

4 comments:

  1. Yup, fren..

    sama nih kita ngalamin short term memory. Tulisanku yang lalu juga tentang lupa, karna skripsi tuh :D

    ReplyDelete